Minggu, 18 Oktober 2015

Ayaaaaaaaaaaaaaah

Hari ini entah kenapa hatiku tak seperti biasanya.Mungkin saja ada seseorang diluar sana yang sedang merindukanku.Seseorang yang benar-benar sayang padaku.Ya dialah ayahku.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat,umurku sudah menginjak kepala dua dan itu artinya ayahku semakin menua.Otot-ototmu kini sudah mulai melemah,wajahmu yang tampan kini banyak dihiasi oleh selipan keriput,bahkan badanmu yang dulu kekar kini mulai kurus.Tapi kau tak pernah mengeluh untuk menghidupi keluargamu.Kau tak menceritakan bagaimana sulitnya hidupmu,bagaimana kau memperjuangkan keluargamu,yang ku tahu kau selalu membahgaiakan keluargaku.apapun itu caranya...
Terimakasih ayah..terimakasih atas segala perjuangan mu,terimakasih atas cinta dan kasih sayang yang sellalu kau berikan kepada keluarga kami.Aku tak bisa membalas semua yang telah engkau berikan kepadaku...Aku berdoa’a semoga Allah selalu melindungimu ya Allah,biarkan Allah yang membalas atas segala yang kau berikan ayah...
Do’akan aku ayah...do’akan aku kelak bisa menggantikanmu.Agar kelak aku bisa membahagiakanmu di masa tua nanti.
Love you.Dad

Maaf

Entah kata apa yang hendak aku ucapkan,namun aku hanya bisa meminta maaf terutama kepada diri sendiri yang selalu meaksakan ambisiku ini.Namun ambisi ini adalah salah satu dari impianku di masa mendatang.
Untuk mata,maaf kamu selalu diajak bergadang hanya untuk mengerjakan tugas-tugas yang menumpuk,menatap layar laptop yang ber jam-jam,sehingga membuat kau berubah menjadi mata panda karena kelelahan.Mohon maklumilah,jangan khawatir sesempat mungkin aku akan selalu memberimu kesempatan untuk memberikan hak mu.
Untuk tangan,maaf kamu selalu diajak menari diatas keyboard sampai larut malam mengetik berlembar-lembar paragraf.Tetaplah seperti itu ,bekerja samalah denganku demi menyusun kata kata yang indah dan paling indah.Aku percaya padamu.
Untuk kaki,maaf kamu sering diajak berlari kesana kemari dari kosan ke kampus > ke perpus > kampus > perpus> kosan.Semoga langkah kita di ridhoi oleh Allah untuk masa depan yang sangat indah yang mapu membuat kelurga ,sahabat, teman, dan orang-orang bangga terhadap kita.
Untuk perut, maaf akhir-akhir ini aku sering lupa akan dirimu.Karena semakin hari tugas semakin bertambah sampai-sampai waktu untuk makan menjadi lupa.Tenang saja aku akan selalu memberikan apa yang kamu butuhkan.Bersabarlah...
Untuk otak, maaf sekarang kamu diharuskan untuk selalu bekerja.Sehingga di dalam otakmu sekarang banyak folder-folder yang sangat penting sekali terutama masalah tugas.Kumohon jangan sampai kamu mengeluarkan kata not responding atau terkena virus-virus lain apalagi ke format.Karena kamu merupakan bagian yang paling berpengaruh untuk teman-temanmu.Santai saja aku punya cara untuk merefresh kamu agar kamu tidak mengalami kejenuhan.
Untuk semuanya aku minta maaf karena akhir-akhir ini mungkin aku kurang memperhatikan kalian.Aku tau kalian lelah.Tapi bersabarlah anggap saja ini merupakan pengorbanan untuk masa depan yang akan datang.Semua ini akan tergantikan di suatu hari nanti.Aku sangat yakin itu.

Maaf aku terlalu egois..